<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0"><channel><atom:link rel="hub" href="http://tumblr.superfeedr.com/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"/><description>Lembaga Pers Mahasiswa - Songsong Kehidupan Dengan Dialektika</description><title>DIANNS</title><generator>Tumblr (3.0; @lpmdianns)</generator><link>http://www.lpmdianns.com/</link><item><title>Kursimu Terlalu Lengket, Kawan!</title><description>&lt;p&gt;Oleh: Syaukani Ichsan&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pada Rabu (14/05/2013) pagi lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (BEM FIA UB) menyelenggarakan acara yang dinamakan Speak Up. Bertempat di basement FIA, kegiatan tersebut menjadi salah satu medium aspirasi mahasiswa FIA untuk menyampaikan keluhan-keluhan yang sering dialami dalam proses pelayanan kemahasiswaan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Namun, acara tersebut terlihat tidak efektif &lt;!-- more --&gt;karena dari total sekitar 4000 mahasiswa FIA, hanya beberapa orang saja yang ikut duduk bersama membicarakan seputar pelayanan Kemahasiswaan. Ironisnya mayoritas partisipan hanya mereka yang berada di BEM, seperti Presiden BEM, Wakil Presiden BEM, Menteri Advokesma, dan jajaran stafnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Saya sebagai mahasiswa FIA yang juga terlibat dalam diskusi tersebut menjadi geram. Jelas saja, sepanjang acara yang berlangsung kurang lebih dua jam, saya hanya dijejali dengan permasalahan-permasalahan tanpa disertai tawaran solusi,  terlebih lagi tidak ada perwakilan Dekanat yang terlibat dalam jalannya diskusi. Kondisi ini diperparah lagi oleh sikap dari Wakil presiden BEM, yang malah memberikan tanggapan subjektifnya terkait setiap aspirasi yang dikeluarkan oleh mahasiswa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Saya pikir ini tidak jauh beda dengan “Debat Kusir” dimana tidak adanya pemecahan atas problematika yang dihadapi. Medium ini saya anggap bukanlah koridor yang tepat untuk dilaksanakan oleh BEM, melainkan secara representatif yang dilakukan oleh pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Bila acara tersebut dipegang oleh BEM, lalu kemana sembilan orang DPM terpilih?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Jika mengacu pada fungsi DPM, seharunya merekalah yang terlibat langsung dalam menjaring dan menyerap aspirasi mahasiswa bukanlah BEM. Hal ini mengindikasikan bahwa BEM menjalankan fungsi dari DPM, tetapi di balik itu DPM juga tidak mampu untuk menjalankan perannya sebagai gerbang suara mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;DPM FIA saat ini tidak ada bedanya dengan peran DPR di negeri ini, yang hanya bertolak pinggang dan sesekali melihat bila merasa tersentil. Apakah mereka sudah mengeluarkan suatu produk yang jelas?. Tentunya ini menjadi tanda tanya besar bagi kita semua. Ketika ditanyakan terkait koordinasi acara tersebut, salah satu anggota DPM malah balik melemparkan pertanyaan yang saya berikan kepada temannya yang juga sebagai anggota DPM. Sebuah fenomena yang begitu mencengangkan ketika seorang DPM tidak mampu untuk bersikap akuntabel terhadap semua mahasiswa. Apakah lebih baik mereka dibubarkan saja?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Saya teringat sebuah kutipan dari Dahl (2001:175). Ia mengatakan, bahwa varian demokrasi elitis dengan sistem perwakilan ini seperti ruang gelap dari sebuah rumah yang bernama demokrasi. Saya merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Dahl adalah benar, nyatanya kini kita masih hidup dalam ruang imaji dan demokrasi hanyalah sebuah kata simbolik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/50591144838</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/50591144838</guid><pubDate>Fri, 17 May 2013 01:50:00 +0700</pubDate></item><item><title>Aksi BEM FIA Tolak Politik Uang Pilkada</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/514fae9d95f7de58308b33e0d7141556/tumblr_inline_mmw0r49iIL1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Liputan/Foto&amp;#160;: Armelia&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Malang, LPMDIANNS.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; - Kamis (16/5/2013&lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (BEM FIA UB) melakukan aksi di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta. Aksi ini mengangkat tema “Bersama Kita Kawal Pilkada Malang”. Aksi yang dimulai pukul 08.30-09.00&amp;#160;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;WIB &lt;/span&gt;&lt;span&gt;cukup mengganggu lalu lintas dan menyita perhatian banyak masyarakat. Selama aksi berlangsung, demonstran mengenakan jas almamater UB &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; membawa spanduk bertuliskan Bersama Kita Kawal Pilkada Malang.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Berdasarkan penelitian BEM FIA UB, 67,5&amp;#160;% masyarakat Kota Malang Peduli terhadap Pilkada. Penelitian dilakukan dengan mengambil samp&lt;/span&gt;&lt;span&gt;el&lt;/span&gt;&lt;span&gt; secara random. Ada 15 profesi masyarakat yang diteliti dan masing-masing profesi diambil sekitar 10-20 sample dari berbagai daerah di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat Kota Malang peduli terhadap Pilkada. Selain itu, masyarakat menuntut agar Malang bebas dari &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;money politic&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;span&gt;dan menjadi Malang yang seperti dulu, yaitu Malang yang bersih da&lt;/span&gt;&lt;span&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sejuk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“B&lt;/span&gt;&lt;span&gt;EM&lt;/span&gt;&lt;span&gt; melihat masih banyak masyarakat yang dikasih duit itu &lt;em&gt;manut&lt;/em&gt;. Maka dari itu, kita terpanggil untuk memberikan pencerdasaan,” kata Alfiansah selaku perwakilan BEM FIA UB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aksi ini bertujuan memberikan edukasi mengingat &lt;/span&gt;&lt;span&gt;23 Mei 2013&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Malang akan menyelenggarakan Pilkada. BEM FIA UB menilai berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masih banyak pemilih yang kurang cerdas. Maksudnya yaitu masih banyak masyarakat yang memilih calon jika mereka telah diberi uang oleh calon yang bersangkutan. Maka dari itu, BEM FIA UB berinisiatif melakukan aksi edukasi memberi pencerdasan kepada masyarakat Kota Malang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Rencananya BEM FIA UB akan melakukan aksi demontrasi ini 2-3 kali. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Di daerah Suhat yang dilaksanakan hari ini (16/5), kemudian&lt;/span&gt;&lt;span&gt; di Veteran&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Balai Kota,” jelas Alfiansah. Ketika ditanya kapan saja tepatnya, Alfiansah mengatakan akan mendiskusikannya dulu bersama rek&lt;/span&gt;&lt;span&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span&gt;n-rekannya.ik Uang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/50569421067</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/50569421067</guid><pubDate>Thu, 16 May 2013 17:50:00 +0700</pubDate></item><item><title>Dies Natalis AMC ke-21: Kami Bukan Sekedar Bekerja di Bidang Musik, Sosial Juga</title><description>&lt;p&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/74b2d0d2c5a555f3d7bf9eeee49dcabc/tumblr_inline_mmu3kcNkr11qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan/Foto: Gita Rizky Prodipta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.com&lt;/strong&gt; - Rabu (14/05/2013) LOF &lt;em&gt;Administration Music Club &lt;/em&gt;(AMC) menggelar acara Dies Natalies AMC yang ke-21 di &lt;em&gt;basement&lt;/em&gt; FIA UB. Dalam rangka ulang tahun kali ini, AMC memberikan perhatian di bidang sosial, khususnya pada penderita anak cacat (disabilitas, red). Acara Music and Charity yang bertemakan “Mereka Ada dan Berkarya” ini berlangsung selama satu hari.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Satu minggu sebelum pelaksanaan pentas musik di basement FIA UB, kawan-kawan AMC sudah melakukan penggalangan dana dengan berjualan minuman “Es Manis Manja” di lingkungan FIA, area &lt;em&gt;Car Free Day, &lt;/em&gt;serta ngamen di café.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Acara Music and Charity ini dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Adapun rangkaian acara yang disuguhkan di antaranya adalah &lt;em&gt;talk show&lt;/em&gt; yang menghadirkan Regina sebagai pembicara yang menyandang disabilitas (albino) dan berprestasi dalam bidang musik yakni vokal. Selanjutnya ada Jamming musik disuguhkan dari kawan-kawan AMC dan juga mendatangkan Home Band FISIP UB. Ada yang menarik ketika Home Band FISIP UB usai tampil, yaitu wakil presiden BEM FIA, Emir Ramdhana turut meramaikan acara dengan bernyanyi menyumbangkan satu buah lagu. Suasana tampak begitu meriah dan penuh suka cita. Sebelum akhir acara, ada pemutaran video ucapan selamat ulang tahun dari beberapa mahasiswa dan LOF FIA. Tidak hanya karya musik saja yang dipentaskan, terdapat juga beberapa macam karya kewirausahaan dari mahasiswa FIA yang dijajakan, seperti makanan, minuman, dan barang unik serta pakaian (&lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt;). Penggalangan dana juga tetap dilakukan saat acara pentas musik Dies Natalies AMC berlangsung. Untuk saat ini dana yang sudah terkumpul mencapai 1,7 juta rupiah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika ditanyakan maksud dari tema “Mereka Ada dan Berkarya” dalam Music and Charity Dies Natalies AMC ke-21, Rizky Prasetya selaku ketua pelaksana acara mengatakan, “Mereka itu tidak berbeda dengan kita, mereka juga punya karya di sini. Kita ingin mereka yang berkebutuhan khusus bisa menjadi lebih baik, mandiri, dan berprestasi.” Jelasnya. Hal ini juga senada dengan apa yang diharapkan dari Rizky di umur AMC yang menginjak ke-21, yaitu AMC menjadi lembaga yang berkualitas, memberikan prestasi serta menjadi organisasi yang tidak hanya bekerja di bidang musik tapi sosial juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Mulai hari ini sampai dengan hari Jumat, AMC membuka posko baju-baju bekas yang bisa kawan-kawan mahasiswa sumbangkan di sekretariat AMC. Nantinya, hasil dari penggalangan dana yang sudah terkumpul dan bantuan berupa baju bekas tersebut akan disalurkan pada YPAC (Yayasan Penderita Anak Cacat) Malang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/50487493551</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/50487493551</guid><pubDate>Wed, 15 May 2013 16:58:00 +0700</pubDate></item><item><title>Payung Teduh untuk Pertama Kali Menyapa Malang</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/c2f73090190fcbbb488fd6f3a9619412/tumblr_inline_mmgyg3EiGo1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan&amp;#160;: Dio &amp;amp; Debby&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.com &lt;/strong&gt;- &lt;/span&gt;Kerinduan pendengar musik Payung Teduh yang berisikan Is (vokal &amp;amp; gitar), Ivan (guitalele), Cito (drum &amp;amp; cajon), Comi (contra bas) akhirnya terpenuhi dengan tampil untuk pertama kalinya dikota Malang dalam acara Rhythm of Love  yang berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Malang pada Senin (06/05/2013) malam. Tidak hanya Payung Teduh, band-band asal malang  yaitu &lt;a href="http://kamusmusik.com/peti-kemas-dirombak-jadi-distro/" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;Brigade 07&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://kamusmusik.com/peti-kemas-dirombak-jadi-distro/" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;Goodboy Jimmy&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://kamusmusik.com/kamusmusik-store-dapatkan-album-terbaru-unda-undi-di-sini/" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;Unda Undi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan Eskrim menjadi band pembuka dalam acara tersebut.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Payung Teduh yang terbentuk pada akhir 2007 kental denga aura dengan balutan keroncong dan jazz dengan lirik-lirik puitisnya disambut sangat meriah oleh penggema di Malang. “Gila Malang gila salut untuk Malang” is mengungkapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Diawali dari bermain musik untuk teater membuat nuasa musik serta lirik-lirik Payung Teduh lebih bewarnadan tidak ada ketakutan dari Payung Teduh memilih musik seperti ini “Idealisme yang kami jalani yah seperti ini, memilih musik seperti dengan lirik seperti ini dan sama sekali tidak akan terpengaruh oleh tuntutan siapapun, yah seperti inilah Payung Teduh apa adanya” uangkap Is. Tetapi ada hal yang  paling penting dalam bermusik bagi Payung Teduh yaitu  sebisa mungkin mereka memeluk oarang lain dengan musiknya, apapun alirannya Payung Teduh tetap mendorong semua untuk tetap berpenganggan dan saling mendukung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Melihat keadaan musik Indonesia sekarang ini, Is menuturkan bahwa dewasa ini banyak sekali lirik-lirik putus cinta tapi ahkirnya bunuh diri. Kurangnya rasa tanggung jawab yang diberikan pencipta lirik kepada masyarakat membuat Payung Teduh mencoba mengobati dengan lirik-lirik ciptaannya. “lo  punya tanggung jawab ketika lo bikin sebuah lirik , lo punya tanggung jawab kepada orang yang mendengarkan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Lirik puitis serta musik Jazz beradu dengan keroncong menjadi media Payung Teduh untuk berkomunikasi kepada pendengarnya. Band yang meraih penghargaan &lt;em&gt;Best New Comer ICEMA 2012&lt;/em&gt; ini menggajak para pendengar untuk menyamakan pola pikir dan terus mendukung band-bang yang mempunyai misi yang sama. &amp;#8220;Kalo kalian menyetujui yang disampaikan Efek Rumah Kaca,  Gugun, Sore, Float yauda sebar itu, dengan begitu mereka, kita bisa naik&amp;#8221; kata Is serius.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Untuk langkah selanjutnya, Payung Teduh akan mengeluarkan album ketiga serta membuat Video klip. “Sebenarnya tadi mau bawain tiga lagu baru kita tapi di  harus cut yah jadi hanya bawain lagu lama” tutur Is. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Musik bagi kami adalah jalan hidup dan cara kami untuk berbicara kepada orang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/49920982074</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/49920982074</guid><pubDate>Wed, 08 May 2013 14:38:00 +0700</pubDate></item><item><title>Ancaman Masih Memburu Pers</title><description>&lt;p&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/27f0edcc1266c905436471f0af9928b5/tumblr_inline_mm7tzrIFWF1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Oleh/Foto: Yogi Fachri P/Siska Wahyu&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Gambar ini secara lugas menampar wajah kita, yang begitu lahap menyantap hidangan jurnalistik setiap saat tanpa rasa kenyang. Ada pesan yang begitu kuat dan dalam disampaikan kepada penikmat karya jurnalistik. Jurnalis butuh perlindungan dan pengamanan dari penikmatnya sendiri saat menjalankan tugas. Jurnalis bekerja untuk memenuhi rasa lapar kita akan informasi. Namun, ketika kita merasa terusik dengan informasi tersebut, “Jangan Main Tangan”.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Deklarasi Hari Kebebasan Pers Internasional jatuh pada hari ini Jumat, 03- Mei-2013. Euphoria atas kebebasan pers masih memberikan tinta merah nilai perwujudan kebebasan berpendapat dan berekspersi di negeri ini. Masyarakat masih ragu untuk sama-sama mendukung pers yang bebas dan berdaulat. Masih ada rasa tidak percaya yang diperlihatkan dengan berbagai cara, seperti intervensi konten berita, larangan meliput, mengancam pekerja jurnalis, dan membunuh jurnalis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Atmakusumah, Mantan Ketua Dewan Pers berujar bahwa segala macam bentuk gangguan yang dialami jurnalis merupakan wujud dari ketidaktahuan masyarakat tentang bagaimana melakukan klaim atas sebuah pemberitaan. Nasihat tersebut jelas menjadi PR bagi jurnalis untuk terus mengedukasi masyarakat perihal sengketa berita. UU No. 40/1999 menjelaskan Dewan Pers melaksanakan fungsi “menetapkan dan mengawasi pelaksanaan kode etik jurnalistik”, jelas sudah kemana masyarakat harus mengantarkan sengketa berita tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bahkan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dewan Pers semata, pengajuan klaim tersebut juga diberikan kepada jurnalis. Kode etik jurnalistik pasal 11 menjelaskan “ wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proposional” sehingga klaim tersebut akan ditanggapi oleh jurnalis secara proposional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Dewan Pers, Hak Jawab, dan Hak koreksi sebagai solusi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketiga elemen tersebut masih belum menjadi alternatif yang dipilih masyarakat untuk menyelesaikan sengketa berita. Apa buktinya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat kasus kekerasan terhadap jurnalis meningkat setiap tahunnya. Pada Mei 2011-April 2012, terjadi 43 kasus kekerasan, Mei 2012-April 2013, meningkat menjadi 55 kasus dengan motif yang berbeda. Nama-nama seperti Fuad Muhammad Syarifudin (Harian Bernas, Yogyakarta), Naimullah (Harian Sinar Pagi, KALBAR), Agus Mulyawan (Asia Press, Timor Timur), Muhammad Jamaluddin (TVRI, Aceh), Ersa Siregar (RCTI, Aceh), Herliyanto (Tabloid Delta Pos, Sidoarjo), Adriansyah Matra’is Wibisono (Jurnalis TV Lokal, Marauke Papua), dan Alfred Mirulewan (Tabloid Pelangi, Maluku) masih menanti tuah dari tuan atas penyelesaian kasus pembunahan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tuah berisi jawaban siapa pelaku pembunuhan 8 jurnalis dan menggiring pelaku tersebut ke pengadilan. Hanya kemurahan hati dan kebijaksanaan tuan yang akan membuat spekulasi, dan asumsi dibalik kasus tersebut menjadi terang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Negara bisa saja mengatakan tidak lagi menghalangi ruang kerja jurnalis. Namun, secara struktural gangguan terhadap jurnalis tetap saja ada bahkan ini mewabah ke masyarakat umum. Kita bersikap tidak puas dalam menyelesaikan sengketa berita melalui cara diplomatis. Tak jarang, aksi pukul diperlihatkan masyarakat kepada jurnalis yang sedang bertugas. pembakaran kantor redaksi, penyiksaan jurnalis, dan penggerusakan alat kerja dianggap hal yang biasa saja terjadi pada seorang jurnalis. Dengan nama, “Resiko Pekerjaan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pada akhirnya, hari kebebasan pers internasional belum bisa kita rasakan dengan penuh suka cita setiap tahun. Masyarakat dan jurnalis bersama-sama merayakan kebebasan dalam mendapatkan informasi, dalam memenuhi rasa lapar kita. Hidup untuk pers dan kebebasannya.&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/49502188505</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/49502188505</guid><pubDate>Fri, 03 May 2013 16:23:10 +0700</pubDate><category>PERS</category><category>KEBEBASAN</category><category>LPM DIANNS</category></item><item><title>Jurnalis Menggugat !</title><description>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/508b5874c9f5f59039b08992847e2743/tumblr_inline_mm7tplSUn61qz4rgp.jpg"/&gt;P&lt;span&gt;enulis/Foto :  Debby Lian/Siska Wahyu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM&lt;/strong&gt; - Jum’at (03/05/2013) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang, dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Malang melakukan &lt;span&gt;demonstrasi damai di Balai Kota Malang. Aksi ini mengangkat tema Stop Kekerasan Press Fredom Is Your Freedom. Demontstrasi dimulai sejak pukul 9 pagi di depan Balai Kota Malang. Dalam demonstrasi ini, &lt;!-- more --&gt;demonstran memakai atribut dari koran dan membawa bunga mawar yang dibagi – bagikan kepada pengguna jalan. Bunga mawar tersebut juga diberikan kepada walikota Malang ketika walikota memasuki Balai Kota. Setelah demonstrasi di depan Balai Kota Malang demonstran meneruskan aksi dengan longmarch menuju Makodim 083 Kota Malang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;Demonstrasi ini menyuarakan suara jurnalis mengenai kasus-kasus kekerasan mengenai  para jurnalis  Salah satu yang mereka teriakkan dan mereka lontarkan adalah kasus jurnalis Malang Ira Ravika yang mengalami patah tulang tertutup di lengan kanan. Mereka juga menuntut tentang kasus-kasus tindak kekerasan yang menimpa para jurnalis diusut secara tuntas. &amp;#8220;Kasus yang selama ini diselidiki oleh polisi sejauh ini belum ada perkembangan,&amp;#8221; ujar  Eko Widianto, selaku ketua AJI Malang. Mereka mengecam setiap tindakan kekerasan kepada jurnalis karena dalam menjalankan tugas jurnalistiknya jurnalis dilindungi konstitusi, undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 secara tegas menyatakan bahwa wartawan tidak boleh dihalang-halangi ketika melakukan tugas jurnalistik. Barang siapa yang bertindak semena-mena dengan menghalangi tugas wartawan, apalagi menganiaya, tentu harus berhadapan dengan hukum.&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam &lt;em&gt;press realase&lt;/em&gt;, atas kekerasan yang dialami jurnalis selama ini, Aliansi Jurnalis Anti kekerasan menyerukan&amp;#160;:&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"&gt;1. Hentikan segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;2. Mengajak masyarakat yang dirugikan pemberitaan untuk menggunakan mekanisme hak jawab dan hak koreksi atau menyelesaikan melalui mediasi Dewan Pers&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;3. Menuntut aparat penengak hukum untuk  mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami jurnalis saat menjalankan kerja jurnalistik.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/49502074378</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/49502074378</guid><pubDate>Fri, 03 May 2013 16:18:00 +0700</pubDate><category>AJI</category><category>PERS</category><category>LPM DIANNS</category><category>LPM DIANNS FIA-UB</category><category>KEBEBASAN</category></item><item><title>Subur (Suara Buruh)</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Berteriak, menindak kebebasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Rezim telah melakukan konglomerasi besar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hak-hak mulai dicampakkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bagai butiran dalam kertas hitam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Terik kala awan biru &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kerumunan riuh bersatu padu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Atas nama serikat buruh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Berjuang meski dalam kelabu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hidup sosialis…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hidup&amp;#8230;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sahut dalam lingkar yang berseru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pembentukan tanpa kasta&amp;#8230;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tanpa balutan kapitalis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bersatu dalam Indonesia sejahtera&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Hantam..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ini bukan aksi pertama kali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ini bukti atas kebodohan rezim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Terlalu banyak retorika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kami ingin hidup layak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Terlalu lama kau menabun asap dalam perih &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Segala mantra teror dan ancaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kini reformasi….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kami lebih lantang berdiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Buruh..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bukan pesuruh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Yang tunduk dalam melodi kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kami hidup sejajar dalam balutan NKRI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;(oleh: Syaukani Ichsan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/49354659251</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/49354659251</guid><pubDate>Wed, 01 May 2013 19:22:00 +0700</pubDate><category>Subur</category><category>Buruh</category><category>Puisi</category><category>Sosialis</category></item><item><title>Kado SBY Untuk Buruh</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/48da819a90bd61d582045be4c0a3ee0d/tumblr_inline_mm7u89nJzc1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Oleh/Foto: Nova Andriani/Globalpost.com&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPM DIANNS.COM.&lt;/strong&gt; Kado spesial telah dipersiapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat &lt;em&gt;May Day &lt;/em&gt;atau Hari Buruh Internasional yang diperingati pada Rabu (1/5) mendatang. Seperti yang dilansir Kompas.com, pemerintah akan menjadikan peringatan &lt;em&gt;May Day &lt;/em&gt;sebagai Hari Libur Nasional mulai tahun 2014. Pada tahun 2012 lalu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menetapkan jumlah libur nasional tahun 2013 sebanyak 19 hari. Sehubungan adanya keputusan pemerintah mengenai hari libur saat &lt;em&gt;May Day&lt;/em&gt;, maka total libur nasional tahun ini sebanyak 20 hari.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Rencananya, Presiden SBY akan menyampaikan kado tersebut dalam pertemuan dengan pimpinan dan buruh PT Maspion serta PT Unilever di JawaTimur, Rabu (1/5). Keputusan ini telah dinantikan cukup lama oleh buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi pekerja. Dikutip dari Merdeka.com, &amp;#8220;Dalam kunjungannya di PT Maspion dan PT Unilever di Surabaya, JawaTimur, pemerintah akan memberikan kado istimewa, kado itu adalah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Ini akan dilaksanakan pada tahun mendatang,&amp;#8221; ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Menjadikan &lt;em&gt;May Day &lt;/em&gt;sebagai Hari Libur Nasional hanyalah satu dari beberapa tuntutan buruh yang selama ini diperjuangkan. Permasalahan upah minimum bahkan penghapusan sistem kerja kontrak, perlindungan terhadap TKI/TKW, dan berbagai isu krusial lainnya,  masih menjadi momok yang senantiasa disuarakan saat demo peringatan &lt;em&gt;May Day&lt;/em&gt;. Perjuangan buruh untuk menuntut haknya ini akan terus berlanjut, hingga pemerintah berani menunjukkan sikap dan memberikan penyelesaian yang tidak hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Beberapa titik di kota-kota besar pun sudah mulai mempersiapkan skenario untuk mengatur arus lalu lintas dan siaga menjaga keamanan selama demo buruh berlangsung.  Dikabarkan ada ribuan hingga puluhan ribu buruh akan berkolaborasi menyuarakan hak-haknya saat &lt;em&gt;May Day&lt;/em&gt;. Terlepas dari itu semua, menjadi harapan semua pihak jika &lt;em&gt;May Day &lt;/em&gt;dapat berlangsung dengan tertib dan segala tuntutan buruh segera mendapatkan solusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/49245272448</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/49245272448</guid><pubDate>Tue, 30 Apr 2013 14:00:00 +0700</pubDate><category>May Day</category><category>Kado SBY</category><category>SBY</category></item><item><title>“Gimana Sih Film Gue Harus Laris?”</title><description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/9e744f468b3a647391c722151c78218e/tumblr_inline_mlmy7mrQOL1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan/Foto:  Siska Wahyu/DebbyLian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Malang, LPMDIANNS.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; - Putut Widjanarko, seorang produser dari film-film yang cukup fenomenal di mata penikmat film Indonesia antara lain Laskar Pelangi, Emak Ingin Naik Haji, Perahu Kertas, dan Madre menjadi salah satu pembicara di &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; LA Lights Indiemovie 2013 yang diselenggarakan di UMM Dome, Malang, dalam sesi “Curhat Produser” dengan tema “Gimana &lt;em&gt;Sih &lt;/em&gt;Film Gue Harus Laris?”, Sabtu (20/042013). Direktur Mizan Production ini mengungkapkan tentang mirisnya kondisi industry film Indonesia saat ini. “Industri film Indonesia saat ini keadaannya mengkhawatirkan soalnya dari 1000 layar lebih&lt;!-- more --&gt; sekarang tinggal sekitar 700 layar yang terdiri dari 21, Blitzmegaplex, dan XXI. Dan kebanyakan film itu beredar di XXI yang harganya lebih mahal daripada di 21. Film yang ditonton juga rata-rata film Hollywood, penontonnya pasti dari kalangan menengah ke atas.” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika ditanya komentar tentang acara LA Movie Day Out 2013, ia mengibaratkan acara semacam ini seperti ‘bahan bakar’ untuk industry perfilman Indonesia. ”Acara ini (LA Movie Day Out 2013, &lt;em&gt;red&lt;/em&gt;) penting  karena bisa membuat harga film lebih murah, soalnya banyak film pendek atau indie movie yang diproduksi oleh anak-anak negeri dan bisa di-publish di acara seperti ini. Bisa mendapatkan gaya, cara, dan bahasa baru untuk dunia perfilman kita, istilahnya ‘bahan bakar’ untuk industri film Indonesia.” paparnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Menurut dia, perkembangan &lt;em&gt;indie movie&lt;/em&gt; dari tahun pertama sampai tahun ke tujuh sekarang mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Dari mulai sumber daya manusianya yang lebih paham tentang film hingga filmnya yang lebih “greget” dan berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam workshop ini, salah satu peserta menyinggung dengan pertanyaan mengenai &lt;em&gt;statement &lt;/em&gt;yang selama ini melekat di dunia perfilman yaitu ‘film yang tayang di bioskop, dalam waktu tiga bulan sudah tayang di televisi’. Hal ini tentu saja membuat masyarakat enggan untuk menonton film di bioskop. “Ini mengakibatkan ekslusivitas dari film itu berkurang.” ungkap penanya yang merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Ya benar. Sebenarnya yang perlu diketahui, penghasilan film utama memang dari tiket bioskop tapi ada sumber penghasilan lain yaitu dari &lt;em&gt;televise rate&lt;/em&gt;, penjualan DVD, &lt;em&gt;international rate&lt;/em&gt; dan sponsor. Kalau Mizan Production sendiri jaraknya dari penayangan di bioskop ke televisi sembilan bulan tapi untuk Perahu Kertas itu cuma lima bulan soalnya ada desakan dari pihak televisi. Kita juga melihat dari sisi keuntungan yang lebih besar. Kalau rumah produksi lain tidak tahu soalnya itu komitmen mereka masing-masing. Biasanya &lt;em&gt;rate &lt;/em&gt;film dilihat dari tiga hari pertama. Kalau tiga hari itu banyak, dapat dipastikan film itu bisa bertahan lama di bioskop. Solusi untuk hal-hal tadi ya dengan melempar produk ke daerah-daerah, buat layar baru di kantor kecamatan, contohnya. Jadi istilahnya seperti menjemput bola.” terangnya panjang lebar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika disinggung mengenai maraknya pembajakan DVD film, ia mengatakan, “Jangan sekali-kali beli film Indonesia bajakan. Kalau film luar negeri bajakan sekali-kali nggak apa-apalah.” celetuknya yang diikuti tawa seluruh peserta &lt;em&gt;workshop.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di akhir &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt;, ia mengatakan bahwa apapun yang kita kerjakan saat ini jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh suatu saat akan membuahkan hasil dan tetap aktif membangun jaringan untuk masyarakat dan industri perfilman Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/48583917912</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/48583917912</guid><pubDate>Mon, 22 Apr 2013 09:51:00 +0700</pubDate></item><item><title>10 Menit Bersama Prisia Nasution</title><description>&lt;p&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/9ca7f79246b70173b69319a7a3857447/tumblr_inline_mlmxs1RCo41qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan/Foto:  DebbyLian/Siska Wahyu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Malang, LPMDIANNS.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; - Bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang Dome, LA Movie Day Out 2013 Malang digelar, Sabtu (20/04/2013). Rangkaian acara disajikan untuk para pengunjung dan peserta LA Movie Day Out 2013 Malang mulai dari &lt;em&gt;movie corner, casting, workshop, zona idea to script, zona pre-production, zona production, zona post production, stage perform, the expert, &lt;/em&gt;sampai&lt;em&gt; food beverage&lt;/em&gt;.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Salah satu workshop yang bertema ‘How To Direct A Musical Scene’ manampilkan aktris ternama Prisia Nasution. Dalam sesi ini, aktris yang meraih Pemeran Utama Wanita Terbaik Piala Citra FFI 2011 berkat aktingnya dalam film Sang Penari ini menampilkan kelihaiannya berakting di depan kamera yang disutradarai oleh Hanny R Saputra. Ia berperan sebagai Luna, sosok wanita yang berada di persimpangan antara cinta dan materi yang terjerat dalam sebuah pernikahan dengan seorang penyanyi tampan kaya raya tapi egois dan suka memukul, hingga akhirnya jatuh hati dengan laki-laki autis yang penuh perhatian dan kasih sayang. Cerita itu dikemas dalam beberapa &lt;em&gt;scene&lt;/em&gt; yang berjudul “Realita Cinta”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Film Televisi (FTV) menjadi debut pertama karirnya di dunia layar kaca. “Saya dulu awalnya dari FTV baru main di film.” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Tidak ada perbedaan lebih enak mana antara main FTV atau film. Kalau dalam FTV ada pembelajaran keluar masuk karakter dengan cepat. Kalau film ada waktu panjang untuk pendalaman karakter sehingga kita bisa lebih mengenal karakter tersebut.” paparnya. Aktris yang mengawali debut film pertamanya dalam film Sang Penari ini juga mengatakan bahwa dia tidak mempunyai target lebih dalam bermain film. Dia hanya mempunyai target bermain semaksimal mungkin dan sebagus mungkin dalam setiap film yang dia bintangi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Acara ini positif sekali, banyak yang mau tahu bagaimana cara pembuatan film tapi mereka bukan dari sekolah film. Jadi ini ajangnya, ini wadahnya.” Komentarnya ketika ditanya tentang acara LA Light Indie Movie 2013.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika ditanya bagaimana dengan suasana Kota Malang, dia sambil tertawa kecil mengatakan “Malang dingin, yang jelas lebih dingin dari Jakarta. Tapi aku belum kemana-mana sih baru ke daerah Batu.” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/48582735899</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/48582735899</guid><pubDate>Mon, 22 Apr 2013 09:37:00 +0700</pubDate></item><item><title>Bapak Pustakawan Indonesia hadir di FIA UB</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/bd90e70562daa1fbe2976804bac476db/tumblr_inline_mlbvarXstr1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan/Foto: M.&lt;/span&gt;Candra Eka Prasetya&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Malang, LPMDIANNS.COM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; - Senin (15/04/2013) Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Librarian In The Future”. Kuliah tamu tersebut diselenggarakan di Gedung Prof. Dr Taher Al Habsyi FIA UB dengan menghadirkan pemateri Prof. Sulistyo Basuki, sebagai Bapak Pustakawan Indonesia sekaligus dosen di Universitas Indonesia. Hadir pula dalam kuliah tamu tersebut Kepala Perpustakaan Kota Malang, Kepala Perpustakaan Universita Brawijaya Malang, dan beberapa dosen tamu.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Acara dimulai pukul 12.30 WIB, yang dibuka dengan penampilan musik akustik dari mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan. Setelah itu acara langsung dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Prof. Sulistyo Basuki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Prof. Sulistyo Basuki memberikan materi bagaimana dan seperti apa seorang pustakawan di masa depan. Bapak Pustakanwan Indonesia tersebut menjelaskan bahwa pustakawan bukan merupakan sebuah pekerjaan, tetapi sebuah profesi. Seorang pustakawan tidak hanya bekerja di dalam perpustakaan saja, tetapi juga dapat bekerja dimana saja yang berkaitan dengan segala macam infomasi. Pustakawan masih dibutuhkan walaupun adanya kemajuan teknologi, dimana pustakawan harus selalu menyesuaikan diri dengan bermacam inovasi untuk menghadapi perkembangan zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Setelah pemberian materi oleh Prof. Sulistyo Basuki selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. dan ditutup dengan penampilan musik akustik kembali oleh mahasiswa dari Program Studi Ilmu Perpustakaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Selain diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB, kuliah tamu ini juga diikuti oleh beberapa mahasiswa perpustakaan dan arsip Vokasi UB, dan beberapa mahasiswa dari ilmu perpustakaan Universitas Negeri Malang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/48093956450</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/48093956450</guid><pubDate>Tue, 16 Apr 2013 09:58:00 +0700</pubDate><category>FIA UB</category><category>UB</category><category>Pepustakaan</category><category>Sulistyo Basuki</category></item><item><title>Sidang Akhir Tahun Dan Awal Tahun Pemerintahan Mahasiswa FIA</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan&amp;#160;:  Richard Ghufron&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM&lt;/strong&gt; - Puluhan mahasiswa FIA  terdiri dari anggota DPM, MPM, dan BEM periode lama dan baru (2012 dan 2013&lt;em&gt;,red&lt;/em&gt;)  beserta tim peninjau berkumpul di ruang Ilmu Administrasi Publik lantai 5 gedung B. Dalam agenda sidang umum akhir tahun periode kepengurusan 2012 dan sidang umum awal tahun kepengurusan 2013 pada Sabtu (06/04/2013).&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Acara yang dimulai pada jam 09.30 ini. Mengagendakan pembahasan dan penilaian laporan pertanggungjawaban  (LPJ) BEM FIA UB periode 2012, pelepasan jabatan BEM FIA periode 2012, pelepasan jabatan DPM FIA 2012, pelantikan BEM FIA 2013, pelantikan DPM FIA 2013, dan pemilihan koordinator MPM 2013.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kegiatan yang pertama dilakukan adalah pembahasan dan penilaian LPJ BEM FIA UB periode 2012. Presiden, Wapres, dan Kementerian terkait menyampaikan proker yang telah direncanakan dan dijalankan selama satu periode. Pada penyampaian proker tersebut terdapat proker yang tidak terlaksana seperti Pengajian Akbar Isra’ Mi’raj dan Diskusi MABA. Proker tersebut direncanakan oleh Kementerian Agama (KEMENAG,&lt;em&gt;red&lt;/em&gt;) dan Kementerian sosial politik (KEMENSOSPOL,&lt;em&gt;red&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pembahasan LPJ BEM 2012 tidak menyertakan LPJ dari KEMENSOSPOL. Tidak tercatumnya LPJ dari KEMENSOSPOL dikarnakan kesibukan dari menteri yang bersangkutan. Di waktu sama, Presiden BEM FIA, Fernanda tidak membacakan LPJ dari kegiatan PK2 MABA FIA 2013. Fernanda beralasan terjadi masalah antara BEM dan Rektorat seputar pelaksanaan PK2 MABA. Dia menambahkan LPJ kegiatan tersebut akan menyulus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Meskipun kehadiran anggota MPM FIA 2012 kurang dari 2/3nya. Penentuan LPJ BEM 2012 diterima atau ditolak tetap diputuskan. LPJ BEM 2012 diterima dengan syarat mempublikasikannya kepada Mahasiswa FIA, terang Alfiansyah mantan komisi HUMAS DPM 2012.  Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Presiden-Wakil Presiden BEM 2013, dan DPM 2013 dengan mengucap dua kalimat syahadat dan sumpah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sempat terjadi kericuhan pada saat pemilihan Kordinator MPM 2012 disebabkan silang pendapat mengenai etika dalam melakukan persidangan. Hingga saat ini, pemelihan Kordinator MPM 2013 ditunda sampai Sabtu depan (20/04/2013). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/47446871469</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/47446871469</guid><pubDate>Mon, 08 Apr 2013 16:47:00 +0700</pubDate><category>BEM FIA UB</category><category>DPM FIA UB</category><category>FIA UB</category><category>MPM FIA UB</category></item><item><title>Pusat Perbelanjaan Tempoe Doloe</title><description>&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/f9589bd5c76b62b1e2f5df32421549e3/tumblr_inline_mktv8gWaZk1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Oleh/Foto: Nova Andriani*/ wsa.web.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM&lt;/strong&gt; - Ada yang berbeda untuk pagelaran Malang Tempoe Doeloe atau yang akrab dengan singkatan MTD di tahun 2013 ini. Jika tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Malang Raya bahkan turis asing hingga wisatawan luar kota berbondong-bondong datang di &lt;em&gt;event &lt;/em&gt;yang hanya terselenggara setahun sekali tepatnya saat peringatan hari jadi Kota Malang tanggal 22 – 25 Mei, lain halnya dengan tahun ini pagelaran tersebut untuk sementara diberhentikan. Pasalnya, penyelenggaraan&lt;!-- more --&gt; Malang Tempoe Doeloe berdekatan dengan jadwal Pilkada Kota Malang yang akan berlangsung 23 Mei 2013 mendatang. hal ini disampaikan oleh Ida Ayu Made Wahyuni selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Malang yang dikutip dari koran Malang Post, “arena berdekatan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; Malang Tempo Doeloe 2013 yang selama ini digelar secara tahunan ditiadakan. Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama pembatalan MTD 2013.”&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Selain MTD yang setia menjadi rangkaian peringatan HUT Kota Malang, Malang Shopping Adventure (MSA) juga turut meramaikan ulang tahun Kota Malang sejak tahun 2011 dan kini memasuki tahun ke-3. MSA 3 kali ini mengambil tema “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;N&lt;em&gt;galam Tempo Doeloe: Belonjo Nglencer Nakam.”  E&lt;/em&gt;vent &lt;/em&gt;&lt;span&gt;ini diikuti 11 pusat perbelanjaan di Kota Malang dan Kota Batu, di antaranya Mitra, Malang Plaza, Mal Alun-Alun (Ramayana), Pusat Grosir Matahari Pasar Besar, Plaza Dieng, Mall Olympic Garden (MOG), @MX Mall, Malang Town Square (Matos), Plaza Araya, dan Lippo Plaza Batu (dulu Batos). Setiap mall akan mendekor setiap sudut ruangannya dengan nuansa Malang Tempo Doeloe. Info yang didapatkan dari berbagai sumber, Sarinah akan didekor layaknya Gedung Concordia. sementara itu, Pasaraya Mitra Malang bersiap-siap mendekorasi ala bioskop jadul Kota Malang, yakni Bioskop Grand. Sedangkan Matos akan mendekor ruangan dengan tema-tema persawahan tempo dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Lebih lanjut, 11 mall tersebut akan mengusung tema berbeda seperti ekowisata tempo dulu, sejarah kuliner, gedung Concordia, bioskop, stadion olahraga, penjara benteng, sejarah pendidikan, transportasi, pasar besar dan pariwisata. Hal ini disampaikan Ketua APPBI Kota Malang, Fifi Trisjant, yang dikutip dari koran Malang Post. Adapun acara pembukaan akan dipusatkan di Plaza Araya pada 7 April 2013, sementara penutupannya digelar di Matos 28 April 2013.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/47265347811</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/47265347811</guid><pubDate>Sat, 06 Apr 2013 16:55:00 +0700</pubDate></item><item><title>Flashmob “Ceria” Ala Anak Jalanan</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;img alt="image" src="http://media.tumblr.com/62f33e0ee4737a85425a99ef90c78cb8/tumblr_inline_mkj63rmpYl1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span&gt;iputan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span&gt;foto&lt;/span&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ntang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Aldini/D&lt;/span&gt;&lt;span&gt;io&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Rachmad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM&lt;/strong&gt; - Minggu Pagi (31/03/2013), suasana &lt;em&gt;Car Free Day&lt;/em&gt; (CFD) di Jalan Ijen, Malang sedikit berbeda dari minggu sebelumnya. Sekitar pukul 07.40 wib terlihat anak-anak muda menggunakan kaos hitam bertuliskan “&lt;em&gt;Save Street Child&lt;/em&gt;” berkumpul di depan Perpustakaan Pusat Kota Malang. Mereka melakukan tarian &lt;em&gt;flashmob &lt;/em&gt;diiringi lagu “Move Like a Jagger” dari Maroon V bersama anak jalanan dan pengunjung CFD. Kegiatan ini sebagai agenda utama untuk&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;merayakan hari jadi komunitas &lt;em&gt;Save Street Child&lt;/em&gt; (SSC) Malang yang pertama. Komunitas yang &lt;em&gt;consent&lt;/em&gt; terhadap pembinaan dan pemberdayaan anak-anak jalanan. Perayaan ULTAH ini sendiri,&lt;/span&gt;&lt;span&gt; mengusung t&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ema “&lt;em&gt;Love and Share&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span&gt; d&lt;/span&gt;&lt;span&gt;engan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;tagline&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; “&lt;em&gt;Reach your dream, lead your way&lt;/em&gt;”.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Acara berlanjut dengan penampilan grup akustik anak jalanan dari daerah Muharto dan Sukun. Mereka masing-masing menyanyikan 2 lagu diiringi alat musik gitar dan ukulele. Acara ditutup dengan &lt;em&gt;launching jingle &lt;/em&gt;SSC Malang berjudul “Kita Berbagi” dan dinyanyikan secara bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tujuan dari acara ini adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa keberadaan anak jalanan bak mutiara terpendam, ungkap indri bendahara SSC MALANG. Diharapkan kehadiran komunitas ini dapat membuat masyarakat sadar dan peduli terhadap nasib anak jalanan di Kota Malang, jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;            Ketika wartawan DIANNS menanyakan apakah PEMKOT MALANG ikut berpartisipasi pada acara ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Arsyad selaku ketua pelaksana HUT SSC MALANG menjawab &lt;/span&gt;&lt;span&gt;“Partisipasi pemkot tidak ada sama sekali&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Kita&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sudah mengajukan proposal tapi &lt;/span&gt;&lt;span&gt;jawaban&lt;/span&gt;&lt;span&gt;nya tidak ada anggaran untuk kegiatan sosial&lt;/span&gt;&lt;span&gt;”. Pada acara hari ini, SSC Malang mengundang beberapa keluarga SSC dari kota lainnya seperti, SSC Surabaya, SSC Blitar, SSC Jember, dan SSC Pasuruan. Persiapan acara sendiri memakan waktu dua sampai tiga bulan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;SSC Malang mengumpulkan donasi berupa buku, susu, dan uang dari masyarakat. Selain itu, SSC Malang juga mengumpulkan tanda tangan dari pengunjung CFD Malang sebagai bentuk rasa simpati mereka terhadap kondisi anak jalanan ini. Terdapat pameran berupa gambar dan prakarya tiga dimensi yang dibuat dari stik es krim dengan tema “Karya Anak Bangsa”. Karya tersebut adalah bentuk kreatifitas anak-anak jalanan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;SSC Malang tidak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;sampai disini&lt;/span&gt;&lt;span&gt; saja, mereka mempunyai k&lt;/span&gt;&lt;span&gt;egiatan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; rutin &lt;/span&gt;&lt;span&gt;yaitu, &lt;em&gt;Happy Vacation, Weekend&lt;/em&gt; Seru, Pengajar Keren, dan &lt;em&gt;Garage Sale&lt;/em&gt;. Kegiatan SSC Malang selanjutnya, yaitu &lt;em&gt;Garage Sale&lt;/em&gt;  yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 April 2013. Bentuk dari kegiatan ini adalah menjual pakaian untuk penggalangan dana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ivan dan Galang, anak jalanan yang duduk dibangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ini  sangat senang mengikuti kegiatan yang rutin diadakan komunitas SSC MALANG. Mereka mengibaratkan SSC sebagai rumah untuk belajar, bermain, dan berkreasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Keramahan yang diperlihatkan para pengajar membuat mereka betah. Ketika salah seorang pengajar tidak datang mereka pasti tahu dan menanyakan. Manfaat dari kegiatan belajar dan bermain ini semakin terasa ketika prestasi mereka disekolah meningkat, bahkan ada yang mendapat peringkat 10 besar dikelasnya, tutup Indri.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/46762037980</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/46762037980</guid><pubDate>Sun, 31 Mar 2013 22:23:00 +0700</pubDate><category>Anak jalanan</category><category>SSC MALANG</category><category>CFD MALANG</category><category>Flashmob</category></item><item><title>Hari Tenang PILDEK, Para Calon Bersikap Kalem</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;Liputan: Yogi Fachri Prayoga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM&lt;/strong&gt; - Agenda Pemilihan Dekan (PILDEK) FIA UB memasuki hari tenang, masa kampanye yang diadakan tanggal, Rabu (27/03/2013) sudah berakhir. Tidak begitu terlihat persiapan khusus serta manuver politik yang dilakukan para calon untuk menghadapi tanggal 1 April nanti. Bambang Supriyono mengatakan persiapan yang dia lakukan tetap berdialog kepada dosen, mahasiswa, dan karyawan tentang kondisi yang terjadi di FIA saat ini diluar konteks PILDEK sebagai langkah real keseriusannya untuk menjadi FIA 1. “terpilih atau tidak dua-duanya keputusan yang terbaik buat saya dan saya ikhlas”, jelas Bambang.&lt;!-- more --&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kusdi Rahardjo saat ditemui wartawan DIANNS, menuturkan persiapan yang dia lakukan serupa dengan calon yang lainnya yaitu bersilaturahmi dengan sesama dosen. Tidak banyak yang dia lakukan untuk hari tenang ini sebab masa kampanye yang sudah berakhir. Hanya kordinasi kepada tim sukses untuk mencari informasi baru seputar PILDEK nanti. Berbeda dengan Zainul Arifin, beliau mengatakan keinginan untuk menjadi Dekan muncul karna permintaan dosen FIA sendiri. Sehingga persiapan yang dia lakukan untuk menghadapi PILDEK nanti hanya meminta doa restu dari teman-teman yang mengusungnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika ditemui di rumahnya, Abdul Hakim berujar “saya hanya melakukan pendekatan personal bagi teman-teman yang menginginkan adanya perubahan”. Beliau meyakini perubahan itu bisa terwujud jika seseorang memegang kendali dan memiliki kuasa. Bila tidak memiliki keduanya agak sulit untuk membuat perubahan, jelasnya.  Hakim menambahkan Pikdek ini lebih lebih mengutamakan &lt;em&gt;like/dislike&lt;/em&gt;. Dalam artian, ketika pemilih tidak menyukai tokoh tersebut sebagus apapun program yang disampaikan tetap sulit untuk merubah pilihannya. Dia menghimbau pada saat pemilihan nanti lebih menggunakan logika dari pada perasaan.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Masing-masing calon optimis dan yakin jika tim sukses yang mengusungnya kompak dan sudah bekerja dengan baik selama agenda PILDEK ini berlangsung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/46633813981</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/46633813981</guid><pubDate>Sat, 30 Mar 2013 09:02:08 +0700</pubDate></item><item><title>Abdul Hakim: Bukan Menggusur mushola tapi Memindahkannya</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;Liputan: Yogi Fachri Prayoga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM -&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; Isu penggusuran mushola yang dialamatkan kepada Abdul Hakim hanya salah kaprah. Menurutnya, apa yang direncanakannya itu bukan penggusuran melainkan pemindahan. Ada rencana pembangunan gedung pusat kegiatan mahasiswa bila dia terpilih menjadi DEKAN FIA&lt;/span&gt;&lt;!-- more --&gt;&lt;span&gt; selanjutnya. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Green house&lt;/em&gt;&lt;span&gt; yang selama ini dijadikan sekretariat mahasiswa akan direnovasi dan dialihfungsikan menjadi mushola lalu mushola yang lama akan dijadikan lahan parkir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Rencana pembangunan gedung pusat kegiatan mahasiswa muncul karena kondisi gedung yang digunakan mahasiswa selama ini kumuh dan tidak layak, jelas Hakim. Dia menganggap kegiatan non-akademik yang dilakukan mahasiswa penting dan harus difasilitasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Empat tahun yang lalu isu negatif seperti ini tidak terjadi. Sangat disayangkan, isu yang ngak jelas dan berbau sara ini muncul dilingkungan akademisi”, kata Hakim. Dia menambahkan Seharusnya lingkungan ini menjadi ruang untuk memperjuangkan kesamaan hak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/46632773406</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/46632773406</guid><pubDate>Sat, 30 Mar 2013 08:50:00 +0700</pubDate><category>PILDEK FIA UB</category><category>FIA UB</category><category>FIA PUBLIK</category><category>ABDUL HAKIM</category></item><item><title>Kusdi Bantah Pakai Fasilitas Kampus</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan: Yogi Fachri Prayoga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang, LPMDIANNS.COM - &lt;/strong&gt;Tuduhan menggunakan fasilitas kampus untuk keperluan kampanye jelas, dibantah oleh Kusdi Rahardjo. Apa yang dituduhkan kepadanya sama sekali tidak berdasar. Kegiatan makan bersama yang dilakukan di basement gedung A FIA UB, selasa lalu (26/03/2013) bukan bentuk kampanye. Kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin yang dilakukan jurusan administrasi bisnis.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;“Kegiatan makan bersama itu memang rutin diadakan setiap hari selasa. Kemaren itu, acara kami pindahkan dari ruangan dosen bisnis ke basement gedung A. Sebab, acara itu tidak hanya menggundang dosen bisnis saja tapi staff/karyawan FIA juga ikut serta”, jelas Kusdi. Kusdi menganggap wajar bila masalah ini dipolitisir untuk mencari kelemahan dirinya.     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kusdi menjelaskan kasus ini tidak menggangu dirinya dan tim sukses dalam bekerja. Dia dan timnya tetap melakukan konsolidasi dan sosialisasi program kerja selama masa kampanye. Tetap bersilaturahmi kepada rekan-rekan dosen di hari tenang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/46632384793</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/46632384793</guid><pubDate>Sat, 30 Mar 2013 08:46:00 +0700</pubDate><category>PILDEK FIA UB</category><category>FIA UB</category><category>FIA BISNIS</category><category>KUSDI RAHARDJO</category></item><item><title>AEC Adakan English Parade Ketiga Kalinya</title><description>&lt;p&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/246ba16486c098c8456858573840c091/tumblr_inline_mkb1ufmCLk1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan/Foto: Richard/Fidyya-Lely&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Malang, LPMDIANNS.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; - Jumat (22/03/2013) tepat pukul 13.00 WIB, LOF AEC (&lt;em&gt;Administration English Club&lt;/em&gt;) resmi membuka acara &lt;em&gt;English Parade&lt;/em&gt; (EP) 2013 dengan tarian bajak laut dari Sanggar Seni Mahasiswa. &lt;em&gt;Event&lt;/em&gt; tingkat nasional yang diikuti oleh kalangan siswa SMA dan mahasiswa se-Indonesia ini bertujuan untuk mempromosikan AEC sebagai &lt;em&gt;English Club&lt;/em&gt; di fakultas yang masih eksis di antara fakultas-fakultas lainnya. Tema yang diangkat tahun ini adalah “&lt;em&gt;Adventure, Treasure, and New World&lt;/em&gt;”. Dalam EP kali ini, terdapat tiga kategori lomba yaitu &lt;em&gt;speech &lt;/em&gt;yang diikuti oleh kalangan siswa SMA serta &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;debate&lt;/em&gt; yang diikuti oleh mahasiswa di mana peserta yang mampu memenangkan lomba tersebut akan mendapatkan “harta karun” berupa hadiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pada hari Sabtu (23/3/2013), lomba dimulai pukul 07.00 WIB. Lomba &lt;em&gt;debate&lt;/em&gt; dilaksanakan di ruang pertemuan lantai 4 gedung A sedangkan lomba &lt;em&gt;speech&lt;/em&gt; di ruang pertemuan lantai 4 dan 3 gedung B.  &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pada malam puncak kompetisi, peserta dihibur dengan tampilan dari AMC &lt;em&gt;(Administration &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Music&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt; Club)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; deng&lt;/span&gt;&lt;span&gt;an suguhan lagu-lagu dan ditutup dengan tarian dari SSM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Rangkaian acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba &lt;em&gt;speech, debate,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; yang diumumkan pada hari Minggu (24/3/2013) pukul 19.00 WIB. Lomba kategori &lt;em&gt;speech&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; diambil tiga juara, sedangkan &lt;em&gt;debate&lt;/em&gt; diambil empat juara. Juara pertama untuk lomba &lt;em&gt;speech&lt;/em&gt; dimenangkan oleh SMAN 3 Malang, juara kedua SMAK St. Albertus Malang, dan juara ketiga MAN Kota Kediri 3. Untuk lomba &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; juara satu dimenangkan oleh Universitas Islam Indonesia, juara dua Universitas Gadjah Mada, dan juara ketiga Universitas Sebelas Maret. Sedangkan lomba &lt;em&gt;debate&lt;/em&gt; juara pertama diraih oleh Universitas Gadjah Mada, juara kedua Universitas Gadjah Mada, juara ketiga Universitas Brawijaya, dan juara keempat Universitas Gadjah Mada. Tahun ini adalah tahun ketiga AEC menyelenggarakan EP.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/46404031084</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/46404031084</guid><pubDate>Wed, 27 Mar 2013 12:58:20 +0700</pubDate></item><item><title>One Planet, One Future, Earth Hour 2013</title><description>&lt;p&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/0e7649a0c51f5d2fc81910815affcc6f/tumblr_inline_mk4gm7RJRx1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="Standard"&gt;Oleh: Nova Andriani*&lt;/p&gt;
&lt;p class="Standard"&gt;Hakekatnya, peduli terhadap keharmonisan ekosistem bumi merupakan kewajiban seluruh penduduk planet biru. Upaya meratifikasi berbagai program bervisikan melindungi kehidupan bumi pun telah dilakukan pemerintah ataupun komunitas. Salah satu program yang rutin diperingati setiap tahun di berbagai negara adalah Earth Hour. Perubahan iklim global yang kian parah dari tahun ke tahun, mendorong terlaksananya Earth Hour agar Bumi menjadi lebih baik.&lt;/p&gt;

&lt;p class="Standard"&gt;&lt;span class="StrongEmphasis"&gt;&lt;span&gt;Seperti yang dilansir earthhour.wwf.or.id, Earth Hour adalah salah satu kampanye World Wild Fund (WWF), organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="Textbody"&gt;Tahun 2007, Earth Hour diadakan pada tanggal 31 Maret 2007.&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;Tahun 2008, Earth Hour diadakan pada tanggal 29 Maret 2008.&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;Tahun 2009, Earth Hour diadakan pada tanggal 28 Maret 2009.&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;Tahun 2010, Earth Hour diadakan pada tanggal 27 Maret 2010.&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;Tahun 2011, Earth Hour diadakan pada tanggal 26 Maret 2011.&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;&lt;span class="StrongEmphasis"&gt;&lt;span&gt;Tahun 2012, Earth Hour diadakan pada tanggal 31 Maret 2012.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;&lt;span class="StrongEmphasis"&gt;&lt;span&gt;Dan tahun 2013, Earth Hour diadakan pada tanggal 23 Maret 2013.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="Textbody"&gt;Secara nyata, perubahan iklim yang dapat dirasakan dan dilihat adalah fenomena pemanasan global. Fenomena ini mempengaruhi keseimbangan alam, seperti yang dilansir greenpeace.org, mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, &lt;em&gt;coral bleaching&lt;/em&gt; dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar - negara pesisir pantai, negara kepulauan dan daerah negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.&lt;/p&gt;

&lt;p class="Textbody"&gt;Indonesia termasuk negara berkembang yang memiliki ketergantungan cukup besar terhadap energi guna mendukung pembangunan negeri. Ketergantungan yang tanpa kejelasan batas membuat beberapa pihak lalai dengan porsi napas bumi. Mengkonfrontasi perusahaan ataupun rumah tangga untuk menghemat energi bukan perkara mudah, namun permasalahan itu tidak menghambat aksi Earth Hour di dunia. Kesadaran manusia yang kini semakin matang tak sulit untuk mengajak penduduk bumi ikut berpartisipasi dalam aksi penghematan energi.&lt;/p&gt;

&lt;p class="Textbody"&gt;&lt;span class="StrongEmphasis"&gt;&lt;span&gt;Buat kamu pahlawan bumi, ayo kita dukung kampanye lingkungan hidup internasional dengan mematikan listrik selama 60 menit, mulai pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat). Aksi kecil kamu bisa berarti besar untuk penghematan listrik dan juga keselamatan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ini Aksiku, Mana Aksimu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;&lt;span class="StrongEmphasis"&gt;&lt;span&gt;EARTH HOUR 2013 Official Video: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="StrongEmphasis"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=2UywrjnOaUE"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=2UywrjnOaUE"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=2UywrjnOaUE&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="Textbody"&gt;*&lt;em&gt;Penulis adalah alumni LPM DIANNS angkatan 2008&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/46081292192</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/46081292192</guid><pubDate>Sat, 23 Mar 2013 23:38:37 +0700</pubDate></item><item><title>OPERA SUSILA Ala Anak KUTUB</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/80326969893d2cf889411dd04fbdc48a/tumblr_inline_mjpquf6GId1qz4rgp.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Liputan/Foto  &amp;#160;: Shochihatuz Z. F./ Rani Auliawati R./ Choirul Umam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Malang,LPMDIANNS.com - Tidak sedikit yang masih menganggap kalau teater itu membosankan. Namun, anda bisa meralat lagi persepsi tersebut ketika melihat pagelaran teater berjudul Opera Susila  diselenggarakan dalam memperingati Dies Natalis KUTUB yang ke-11 pada Rabu (13/03/2013) kemarin. Pertunjukan tersebut juga untuk memperingati Hari Wanita yang&lt;!-- more --&gt; diperingati pada (10/03/2013). Sekitar 200 orang memadati Gedung Samantha Krida (SAKRI) untuk menyaksikan opera yang bertemakan tentang “KESUSILAAN”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di depan Gedung SAKRI pengunjung sudah disuguhkan dengan kalimat himbauan yang menyindir. Seperti himbauan tata tertib sidang dan kalimat larangan yang disimbolkan dengan gambar tikus, anjing dan kecoa. Memasuki ruang pameran, pengunjung dikejutkan oleh kursi yang bertumpuk seperti gunung dan diletakkan bra pada puncaknya. Kucing sapaan akrab sang sutradara menjelaskan filosofi bra tersebut sebagai refleksi dari setiap kasus politik yang terjadi sudah mulai memojokkan sosok perempuan didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Teater yang dulu pernah dibawakan secara monolog oleh Butet Kertaradjasa kini dikemas kembali dengan perpaduan gerak, tari, dan musik. Teater yang menceritakan tentang batasan antara pornografi, pornoaksi, dan erotisme yang masih dalam ruang abu-abu. Sehingga produk undang-undang kesusilaan hanya menimbulkan perkara semu antara moralitas dan ekspresi. Lakon yang diperankan dengan watak dan latar cerita yang bisa diikuti penonton membuat pertunjukan tersebut mampu meraih tepuk tangan dan sorak-sorai penonton dari awal sampai akhir pertunjukan.    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dengan adanya opera ini sutradara berharap para mahasiswa hingga masyarakat luas mampu menyingkirkan ego pribadi dan memandang batasan – batasan pornografi dan pornoaksi secara objektif bukan subjektif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.lpmdianns.com/post/45429506160</link><guid>http://www.lpmdianns.com/post/45429506160</guid><pubDate>Sat, 16 Mar 2013 00:52:52 +0700</pubDate><category>Opera Susila</category><category>KUTUB</category><category>SAKRI</category></item></channel></rss>
